Tampilkan postingan dengan label tips menurunkan bunga kpr. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips menurunkan bunga kpr. Tampilkan semua postingan

KPR Refinancing

Apa yang dimaksud dengan KPR Refinancing atau KPR Top Up dan kenapa anda melakukan KPR Refinancing/KPR Top Up? KPR Refinancing adalah salah satu cara untuk mendapatkan dana tambahan berupa uang dari bank. KPR Refinancing sini dikhususkan bagi mereka yang sedang menjalankan KPR di suatu Bank. Seperti kita ketahui bahwa setiap tahun rumah di Indonesia mempunyai kenaikan harga yang cukup signifikan. Apalagi jika lokasi rumah anda sangat strategis, maka ada kemungkinan kenaikan harga rumah / capital gain cukup besar. Nah hal ini bisa anda manfaatkan untuk memperoleh tambahan dana segar dari bank.
Caranya anda tinggal pergi ke bank kredit anda, dan mengajukan untuk melakukan KPR Refinancing. Bank akan melakukan penilaian / appraisal ulang rumah anda, dan memberitahu anda jika nilai rumah anda sudah bertambah atau tidak.

Cara Mengajukan KPR

Jika anda ingin mengajukan KPR untuk pembelian rumah, berikut ini adalah beberapa hal yang harus anda siapkan. Untuk mengajukan KPR anda sudah harus memiliki pekerjaan ataupun usaha/bisnis. Saat ini saya fokuskan dahulu kepada pegawai.
Nanti pada bagian lain saya akan membahas pengajuan KPR untuk pemilik usaha/bisnis. Ingat, fokus saya saat ini adalah pembahasan pengajuan KPR bagi mereka yang bekerja pada orang lain / pegawai negeri ataupun swasta.
 1. Syarat utama dalam pengajuan KPR adalah anda mempunyai rekening tabungan, dimana rekening tabungan tersebut mencatat pemasukan anda per bulan. Jadi, misalnya anda bekerja sebagai pegawai swasta dan gaji anda dibayar secara cash tiap bulan, maka anda diwajibkan untuk menabung gaji anda, sebelum digunakan. Ini agar histori pemasukan anda tercatat di rekening tabungan. Bank membutuhkan bukti pemasukan anda per bulannya, agar nantinya bisa menentukan berapa besar pinjaman yang akan diberikan.

Jenis Bunga KPR

Pada saat anda mengajukan kredit di bank, maka anda akan diperhadapkan dengan beberapa jenis bunga KPR. Agar mempermudah saya membagi menjadi 2 bagian besar yaitu, jenis KPR berdasarkan perhitungan pembayaran bunga dan jenis KPR berdasarkan tetap tidaknya suatu bunga.
Jenis Bunga KPR Berdasarkan Perhitungan Pembayaran Bunga
Ketika anda mengajukan KPR ke banyak bank, maka anda akan diperhadapkan dengan beberapa jenis perhitungan pembayaran bunga.
Sebelum masuk ke pembahasan jenis bunga berdasarkan perhitungan pembayaran bunga, perlu anda ketahui bahwa pada saat membayar cicilan bulanan KPR anda, total pembayaran cicilan anda adalah pembayaran pokok + pembayaran bunga. Jadi, angsuran yang anda bayarkan bukan hanya pembayaran bunga saja, tapi merupakan pembayaran bunga + pembayaran pokok pinjaman. Lebih jelasnya pada saat anda mengajukan kredit, anda bisa meminta kepada marketing bank, untuk memberikan tabel rincian angsuran.

Tips Menurunkan Bunga KPR

Pada saat Anda mengambil KPR, Anda harus tahu dan mengerti bunga jenis apa yang bank berikan pada Anda. Bagi Anda yang belum tahu tentang jenis-jenis bunga kpr, silahkan baca artikel saya tentang jenis bunga kpr. Biasanya untuk bank-bank sekarang selain bank syariah, bank akan memberikan bunga fixed selama 3-5 tahun kemudian akan dilanjutkan dengan bunga floating. Pada saat bunga fixed biasa bank akan banting harga dan memberikan kredit dengan bunga yang relatif kecil. Sekarang kira-kira 6.5% - 7.5%. Tetapi yang harus jadi perhatian kita adalah pada saat kita memasuki tahun ketika bank memberikan kita bunga floating. Disinilah bank akan mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari kita. Apalagi jika kita tidak tahu tentang ilmu properti maka sudah dipastikan kita dalam tanda petik akan ditipu oleh bank. Kenapa saya bilang begitu? Karena prinsip bank adalah mengambil keuntungan dari kredit yang dipinjamkan, jadi mereka akan memberikan bunga sebesar mungkin yang mereka bisa untuk mendapatkan keuntungan sebesar mungkin. Sebagai peminjam apa yang harus kita lakukan?